Pelinggih apit lawang adalah sepasang bangunan kecil di kiri-kanan gerbang masuk utama pura (candi bentar) yang berfungsi sebagai penjaga dan pengawal pura.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.43654
Garis Bujur
115.2247
Fungsi
Pelinggih apit lawang di pura gelang agung berfungsi sebagai penjaga dan pengawal pura. Bangunan ini menjadi tempat bersemayamnya para penjaga spiritual seperti Bhatara Kala, Dewa Ganapati, atau dua raksasa, Nadisa dan Mahakala, yang bertugas melindungi pura dari marabahaya.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Pelinggih ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Pelinggih Apit Lawang ini memiliki nilai sejarah karena keberadaannya telah menjadi bagian dari sistem pemujaan di Pura Gelang Agung yang diwariskan secara turun-temurun. Fungsi pelinggih ini sebagai klemahan penjagaanide betara yang melinggih di pura gelang agung ini, yang dimana mencerminkan keberlanjutan tradisi keagamaan yang telah berlangsung sejak lama.
Nilai Budaya
Pemerintah atau lembaga kebudayaan mungkin terlibat dalam pemeliharaan pelinggih yang memiliki nilai sejarah atau keagamaan yang penting bagi masyarakat Bali.
Nilai Estetika
Pelinggih ini sering kali dihias dengan ukiran-ukiran halus dan ornamen-ornamen yang rumit, yang menggambarkan adegan-adegan mitologis, motif alam, atau pola-pola geometris. Keindahan ukiran ini menambahkan sentuhan artistik yang kuat pada struktur pelinggih.
Nilai Ekonomi
Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu
Panjang
105 cm m
Lebar
95 cm m
Tinggi
180 cm m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.43654
Garis Bujur
115.2247
Fungsi
Pelinggih apit lawang di pura gelang agung berfungsi sebagai penjaga dan pengawal pura. Bangunan ini menjadi tempat bersemayamnya para penjaga spiritual seperti Bhatara Kala, Dewa Ganapati, atau dua raksasa, Nadisa dan Mahakala, yang bertugas melindungi pura dari marabahaya.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Pelinggih ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Pelinggih Apit Lawang ini memiliki nilai sejarah karena keberadaannya telah menjadi bagian dari sistem pemujaan di Pura Gelang Agung yang diwariskan secara turun-temurun. Fungsi pelinggih ini sebagai klemahan penjagaanide betara yang melinggih di pura gelang agung ini, yang dimana mencerminkan keberlanjutan tradisi keagamaan yang telah berlangsung sejak lama.
Nilai Budaya
Pemerintah atau lembaga kebudayaan mungkin terlibat dalam pemeliharaan pelinggih yang memiliki nilai sejarah atau keagamaan yang penting bagi masyarakat Bali.
Nilai Estetika
Pelinggih ini sering kali dihias dengan ukiran-ukiran halus dan ornamen-ornamen yang rumit, yang menggambarkan adegan-adegan mitologis, motif alam, atau pola-pola geometris. Keindahan ukiran ini menambahkan sentuhan artistik yang kuat pada struktur pelinggih.
Nilai Ekonomi
Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.