Arca Ganesha di Pura Gelang Agung ini secara
keseluruhan dalam keadaan cukup baik, dalam
arti masih dalam keadaan utuh, meskipun di
beberapa bagian mengalami kerusakan dan
mengalami keausan. Arca Ganesha digambarkan
dalam sikap duduk pralambha, yaitu sikap duduk
dimana kaki kanan dilipat seperti orang bersila
sedangkan kaki kiri dijulurkan kebawah. Mahkota
berupa jatamakuta,bagian muka aus, belalai
patah, arca digambarkan memiliki empat buah tangan. Tangan kanan belakang memegang
ganitri,tangan kiri belakang sudah patah, namun kemungkinan memegang trisula, tangan kanan depan memegangtaring dan tangan kiri depan memegang mangkok.
Perawakan tambun dengan perut buncit. Gelang lengan berbentuk sulur segi tiga,
gelang tangan berbentuk bulatan. Tinggi arca keseluruhan 90 cm, tinggi arca 57 cm,
tinggi lapik 29 cm, lebar arca 40 cm.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Padas
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran Pahat Batu
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.43639
Garis Bujur
115.22478
Fungsi
Sebagai dewa penolak bala/rintangan (Vighneswara) dan dewa ilmu pengetahuan. Dalam tata letak candi atau pura kuno, arca Ganesha biasanya ditempatkan di ceruk bagian belakang atau arah barat/barat daya untuk melindungi kesucian bangunan dari kekuatan negatif.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Candi ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Karakteristik pahatan pada Arca Ganesha (seperti bentuk mahkota, arah belalai, dan atribut tangan) menjadi dokumen visual bagi para arkeolog untuk melacak waktu pembuatan situs, serta mengetahui apakah arca tersebut berasal dari era Bali Kuno, masa pengaruh Majapahit, atau hasil akulturasi budaya lokal (local genius).
Nilai Budaya
Wisnu (Dewa Pemelihara) yang mengendarai kendaraan sucinya (wimana/garuda) melambangkan perlindungan kosmis. Ganesha melambangkan dewa pengusir rintangan sekaligus dewa ilmu pengetahuan. Keberadaan arca-arca ini mencerminkan dinamika teologi spiritual masyarakat setempat dalam memuja manifestasi Tuhan.
Nilai Estetika
Detail pahatan anatomi, perhiasan (perbawa), lipatan kain, hingga ekspresi wajah arca menunjukkan pencapaian seni rupa pahat batu tingkat tinggi yang memanjakan mata penikmat seni modern.
Nilai Ekonomi
Keberadaan koleksi yang lengkap (mulai dari dasar seperti Batu Saluran Air, bagian tengah seperti Arca dan Ambang Pintu, hingga Kemuncak Bangunan) menjadikan Pura Gelang Agung sebagai destinasi wisata edukasi (heritage tourism) yang bernilai tinggi.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Padas
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran Pahat Batu
Panjang
39 cm m
Lebar
36 cm m
Tinggi
90 cm m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.43639
Garis Bujur
115.22478
Fungsi
Sebagai dewa penolak bala/rintangan (Vighneswara) dan dewa ilmu pengetahuan. Dalam tata letak candi atau pura kuno, arca Ganesha biasanya ditempatkan di ceruk bagian belakang atau arah barat/barat daya untuk melindungi kesucian bangunan dari kekuatan negatif.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Candi ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Karakteristik pahatan pada Arca Ganesha (seperti bentuk mahkota, arah belalai, dan atribut tangan) menjadi dokumen visual bagi para arkeolog untuk melacak waktu pembuatan situs, serta mengetahui apakah arca tersebut berasal dari era Bali Kuno, masa pengaruh Majapahit, atau hasil akulturasi budaya lokal (local genius).
Nilai Budaya
Wisnu (Dewa Pemelihara) yang mengendarai kendaraan sucinya (wimana/garuda) melambangkan perlindungan kosmis. Ganesha melambangkan dewa pengusir rintangan sekaligus dewa ilmu pengetahuan. Keberadaan arca-arca ini mencerminkan dinamika teologi spiritual masyarakat setempat dalam memuja manifestasi Tuhan.
Nilai Estetika
Detail pahatan anatomi, perhiasan (perbawa), lipatan kain, hingga ekspresi wajah arca menunjukkan pencapaian seni rupa pahat batu tingkat tinggi yang memanjakan mata penikmat seni modern.
Nilai Ekonomi
Keberadaan koleksi yang lengkap (mulai dari dasar seperti Batu Saluran Air, bagian tengah seperti Arca dan Ambang Pintu, hingga Kemuncak Bangunan) menjadikan Pura Gelang Agung sebagai destinasi wisata edukasi (heritage tourism) yang bernilai tinggi.