Arca Wisnu duduk diatas Wimana, memakai mahkota
jatamakuta bagian . muka aus,dahi' sedang. Mata terbuka,hidung
aus,telinga sedang memakai anting dengan motif bunga menjulur
kebawah dilengan leher pendek.dengan 3 guratan polos' Arca memakai
badong sampai di tengah-tengah dada denga.n bentuk silbar "::,
bertangan empat tangan kanan belakang membawa cakra, tangan kiri
be[akang sangka (kerang), tangan kanan depan memegann
1"":t1O
bunga sedangkan tangan kiri depan aus; masing-masing tangan
memakai gelang dengan bentuk polos: Arca rnemakai upawita dari
bahu kiri menjulur kebawah sampai pada plnggang $rca memakai kain
polos sampat dratas lutut. Sedangkan wahana rambut ikal, dahi agak
menonjol, mata melotot, memakai kumis dengan mulut moncong aus,
hidung besar pesek dengan telinga memakai subeng dengan bentuk
seperti bunga, bahu pendek, memakai badong bersusun 5 yang paling
bawah berbentuk kakul-kakulan. Kedua tangan aus memakai gelang
kana memakai gelang kaki polos. wahananya bersayap dengan kain
ditipat ke belakang.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Padas
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran Pahat Batu
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Bagian muka, tangan kiri
depan, dan tangan kiri
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.43639
Garis Bujur
115.22478
Fungsi
Sebagai media pemujaan (arca dewa) terhadap Dewa Wisnu (dewa pemelihara alam semesta dalam konsep Trimurti). Penggambaran di atas wimana (kendaraan suci/wahana, biasanya berupa Garuda) menegaskan peran beliau yang siap turun ke bumi untuk menjaga keseimbangan dan melindungi umat manusia dari kehancuran.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Candi ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Keberadaan Arca Wisnu purbakala ini menjadi penanda waktu (chronological marker) yang kuat mengenai kapan situs tersebut dibangun atau mencapai masa kejayaannya.
Nilai Budaya
Wisnu (Dewa Pemelihara) yang mengendarai kendaraan sucinya (wimana/garuda) melambangkan perlindungan kosmis. Ganesha melambangkan dewa pengusir rintangan sekaligus dewa ilmu pengetahuan. Keberadaan arca-arca ini mencerminkan dinamika teologi spiritual masyarakat setempat dalam memuja manifestasi Tuhan.
Nilai Estetika
Detail pahatan anatomi, perhiasan (perbawa), lipatan kain, hingga ekspresi wajah arca menunjukkan pencapaian seni rupa pahat batu tingkat tinggi yang memanjakan mata penikmat seni modern.
Nilai Ekonomi
Keberadaan koleksi yang lengkap (mulai dari dasar seperti Batu Saluran Air, bagian tengah seperti Arca dan Ambang Pintu, hingga Kemuncak Bangunan) menjadikan Pura Gelang Agung sebagai destinasi wisata edukasi (heritage tourism) yang bernilai tinggi.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Padas
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran Pahat Batu
Panjang
- m
Lebar
37 cm m
Tinggi
100 cm m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Bagian muka, tangan kiri
depan, dan tangan kiri
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.43639
Garis Bujur
115.22478
Fungsi
Sebagai media pemujaan (arca dewa) terhadap Dewa Wisnu (dewa pemelihara alam semesta dalam konsep Trimurti). Penggambaran di atas wimana (kendaraan suci/wahana, biasanya berupa Garuda) menegaskan peran beliau yang siap turun ke bumi untuk menjaga keseimbangan dan melindungi umat manusia dari kehancuran.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Candi ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Keberadaan Arca Wisnu purbakala ini menjadi penanda waktu (chronological marker) yang kuat mengenai kapan situs tersebut dibangun atau mencapai masa kejayaannya.
Nilai Budaya
Wisnu (Dewa Pemelihara) yang mengendarai kendaraan sucinya (wimana/garuda) melambangkan perlindungan kosmis. Ganesha melambangkan dewa pengusir rintangan sekaligus dewa ilmu pengetahuan. Keberadaan arca-arca ini mencerminkan dinamika teologi spiritual masyarakat setempat dalam memuja manifestasi Tuhan.
Nilai Estetika
Detail pahatan anatomi, perhiasan (perbawa), lipatan kain, hingga ekspresi wajah arca menunjukkan pencapaian seni rupa pahat batu tingkat tinggi yang memanjakan mata penikmat seni modern.
Nilai Ekonomi
Keberadaan koleksi yang lengkap (mulai dari dasar seperti Batu Saluran Air, bagian tengah seperti Arca dan Ambang Pintu, hingga Kemuncak Bangunan) menjadikan Pura Gelang Agung sebagai destinasi wisata edukasi (heritage tourism) yang bernilai tinggi.