Bale Peselang/ Bangunan Multi Fungsi

Objek Metadata Warisan Budaya Benda
Deskripsi
Bale Peselang adalah bangunan tempat pertemuan dan ritual di pura yang secara khusus digunakan saat upacara besar
Nama Pencipta -
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan -
Periode Pembuatan -
Bahan Pembuatan Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka, ijuk
Teknik Pembuatan Ukir
Ornamen Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8.436501
Garis Bujur 155.224774
Fungsi Bale Peselang adalah bangunan tempat pertemuan dan ritual di pura yang secara khusus digunakan saat upacara besar seperti mapeselang (melakukan pembersihan) atau karya padudusan (upacara penyucian). Upacara ini bertujuan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi umat, di mana dipercaya Hyang Widhi Wasa (Tuhan) turun ke bumi untuk menyucikan tempat dan memberikan berkah. 
Pemilik Desa
Sejarah Kepemilikan Pelinggih ini mencerminkan penghormatan yang mendalam terhadap tradisi dan warisan budaya Hindu-Bali. Masyarakat Bali melestarikan dan merawat pelinggih ini sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka.
Nilai Sejarah -
Nilai Budaya Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika Pelinggih ini sering kali dihias dengan ukiran-ukiran halus dan ornamen-ornamen yang rumit, yang menggambarkan adegan-adegan mitologis, motif alam, atau pola-pola geometris. Keindahan ukiran ini menambahkan sentuhan artistik yang kuat pada struktur pelinggih.
Nilai Ekonomi Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Nama Pencipta -
Negara Asal Pencipta Indonesia
Gaya Pencipta Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan -
Periode Pembuatan -
Bahan Pembuatan Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka, ijuk
Teknik Pembuatan Ukir
Ornamen Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Panjang 570 cm m
Lebar 395 cm m
Tinggi 315 cm m
Berat - Kg
Volume - m3
Kondisi Fisik Baik
Tingkat Kerusakan Tidak Ada Kerusakan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8.436501
Garis Bujur 155.224774
Fungsi Bale Peselang adalah bangunan tempat pertemuan dan ritual di pura yang secara khusus digunakan saat upacara besar seperti mapeselang (melakukan pembersihan) atau karya padudusan (upacara penyucian). Upacara ini bertujuan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi umat, di mana dipercaya Hyang Widhi Wasa (Tuhan) turun ke bumi untuk menyucikan tempat dan memberikan berkah. 
Pemilik Desa
Sejarah Kepemilikan Pelinggih ini mencerminkan penghormatan yang mendalam terhadap tradisi dan warisan budaya Hindu-Bali. Masyarakat Bali melestarikan dan merawat pelinggih ini sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka.
Nilai Sejarah -
Nilai Budaya Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika Pelinggih ini sering kali dihias dengan ukiran-ukiran halus dan ornamen-ornamen yang rumit, yang menggambarkan adegan-adegan mitologis, motif alam, atau pola-pola geometris. Keindahan ukiran ini menambahkan sentuhan artistik yang kuat pada struktur pelinggih.
Nilai Ekonomi Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Gambar Warisan
Gambar Warisan
Gambar Warisan

Foto Dari Berbagai Sudut

Nia Chatbot Meet
N.I.A