Fragmen Ganesha Utuh

Objek Metadata Warisan Budaya Benda
Deskripsi

Memakai mahkota (kiritamakuta), muka aus belalai hilang, mata terbuka, taring patah, memiliki empat tangan tetapi satu telah patah, tangan kanan belakang memegang genetri, kiri belakang hilang, tangan kanan depan memegang kuncup padma dan tangan kiri depan aus telinga lebar memakai sumping yang menempel pada stela, perut besar agak gemuk, memakai upavita dari bahu kiri menjulur ke bawah melingkar sampai di atas paha kanan. Sikap arca duduk di atas umpak bangunan, kaki kiri menginjak lotus, kaki kanan dilipat di bawah perut. Memakai gelang tangan polos satu buah, memakai kain hingga pergelangan kaki, stela berbentuk oval dan pecah pada bagian atas. Lapik bangunan segiepat dan terdifi dari tiga tingkat, bagian kanan aus

Nama Pencipta -
Negara Asal Pencipta -
Gaya Pencipta -
Tahun Pembuatan -
Periode Pembuatan -
Bahan Pembuatan Batu Padas
Teknik Pembuatan Teknik Ukiran Tradisional
Ornamen -
Kondisi Fisik Sedang
Tingkat Kerusakan Kerusakan Ringan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8.43639
Garis Bujur 115.22478
Fungsi Sebagai dewa penolak bala/rintangan (Vighneswara) dan dewa ilmu pengetahuan. Dalam tata letak candi atau pura kuno, arca Ganesha biasanya ditempatkan di ceruk bagian belakang atau arah barat/barat daya untuk melindungi kesucian bangunan dari kekuatan negatif.
Pemilik Desa
Sejarah Kepemilikan Sejarah kepemilikan Candi ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah Direnovasi pada tahun 2026, Candi Kurung ini memiliki nilai sejarah sebagai salah satu elemen arsitektur yang mendukung fungsi dan tata ruang Pura Gelang Agung. Keberadaannya hingga saat ini menunjukkan komitmen masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya dan nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
Nilai Budaya Candi Kurung ini adalah representasi fisik dari tempat yang biasa digunakan oleh umat hindu dan dipercaya dapat membersihkan diri dari hal jahat dan menghalangi hal jahat untuk memasuki pura
Nilai Estetika Nilai estetika dari Pelinggih terletak pada kesatuan harmonis antara arsitektur suci tradisional dengan keindahan alam yang megah dan mistik
Nilai Ekonomi Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Nama Pencipta -
Negara Asal Pencipta -
Gaya Pencipta -
Tahun Pembuatan -
Periode Pembuatan -
Bahan Pembuatan Batu Padas
Teknik Pembuatan Teknik Ukiran Tradisional
Ornamen -
Panjang 36 cm m
Lebar 36 cm m
Tinggi 90 cm m
Berat - Kg
Volume - m3
Kondisi Fisik Sedang
Tingkat Kerusakan Kerusakan Ringan
Provinsi tidak ada data
Kabupaten tidak ada data
Kecamatan tidak ada data
Desa/Kelurahan tidak ada data
Alamat
Garis Lintang -8.43639
Garis Bujur 115.22478
Fungsi Sebagai dewa penolak bala/rintangan (Vighneswara) dan dewa ilmu pengetahuan. Dalam tata letak candi atau pura kuno, arca Ganesha biasanya ditempatkan di ceruk bagian belakang atau arah barat/barat daya untuk melindungi kesucian bangunan dari kekuatan negatif.
Pemilik Desa
Sejarah Kepemilikan Sejarah kepemilikan Candi ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah Direnovasi pada tahun 2026, Candi Kurung ini memiliki nilai sejarah sebagai salah satu elemen arsitektur yang mendukung fungsi dan tata ruang Pura Gelang Agung. Keberadaannya hingga saat ini menunjukkan komitmen masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya dan nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
Nilai Budaya Candi Kurung ini adalah representasi fisik dari tempat yang biasa digunakan oleh umat hindu dan dipercaya dapat membersihkan diri dari hal jahat dan menghalangi hal jahat untuk memasuki pura
Nilai Estetika Nilai estetika dari Pelinggih terletak pada kesatuan harmonis antara arsitektur suci tradisional dengan keindahan alam yang megah dan mistik
Nilai Ekonomi Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Gambar Warisan
Gambar Warisan
Gambar Warisan

Foto Dari Berbagai Sudut

Nia Chatbot Meet
N.I.A