Gedong Agung di pura adalah bangunan suci yang melambangkan dunia atas (swah loka), dimana Gedong Agung biasanya memiliki ciri khas bangunan menyerupai istana atau rumah tradisional Bali, sering kali dilengkapi dengan atapsusun.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Hindu-Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka, Ijuk
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.436441
Garis Bujur
115.22477
Fungsi
Di Pura Gelang Agung Gedong Agung ini berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya, dan biasanya terletak di bagian terdalam atau utama mandala dari pura. Dalam Pura Gelang Agung melinggih ida sesuunan pelingsir dan ida betara sanghyang dwijendra
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Gedong ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Pelinggih ini merupakan salah satu bagian penting dalam area pura yang memiliki nilai sejarah dan religius. Keberadaannya merupakan pelinnggih yang mengistanakan sesuunan yang melinggih di pura gelang agung yang dimana itu ada ida betara sanghyang dwijendra dan juga pelingsir. Hal ini mencerminkan tradisi pemujaan yang telah berlangsung secara turun-temurun serta menjadi bukti pelestarian budaya dan spiritual masyarakat Hindu Bali.
Nilai Budaya
Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika
Nilai estetika dari Pelinggih terletak pada kesatuan harmonis antara arsitektur suci tradisional dengan keindahan alam yang megah dan mistik
Nilai Ekonomi
Nilai ekonomi pelinggih adalah pendorong utama bagi ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada tradisi, memberdayakan tukang, pengrajin, dan pemasok bahan baku di komunitas lokal
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Hindu-Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka, Ijuk
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Panjang
230 Cm m
Lebar
235 Cm m
Tinggi
500 Cm m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.436441
Garis Bujur
115.22477
Fungsi
Di Pura Gelang Agung Gedong Agung ini berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya, dan biasanya terletak di bagian terdalam atau utama mandala dari pura. Dalam Pura Gelang Agung melinggih ida sesuunan pelingsir dan ida betara sanghyang dwijendra
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Gedong ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Pelinggih ini merupakan salah satu bagian penting dalam area pura yang memiliki nilai sejarah dan religius. Keberadaannya merupakan pelinnggih yang mengistanakan sesuunan yang melinggih di pura gelang agung yang dimana itu ada ida betara sanghyang dwijendra dan juga pelingsir. Hal ini mencerminkan tradisi pemujaan yang telah berlangsung secara turun-temurun serta menjadi bukti pelestarian budaya dan spiritual masyarakat Hindu Bali.
Nilai Budaya
Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika
Nilai estetika dari Pelinggih terletak pada kesatuan harmonis antara arsitektur suci tradisional dengan keindahan alam yang megah dan mistik
Nilai Ekonomi
Nilai ekonomi pelinggih adalah pendorong utama bagi ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada tradisi, memberdayakan tukang, pengrajin, dan pemasok bahan baku di komunitas lokal