Gedong arca di pura adalah bangunan suci (pelinggih) yang ada di pura gelang agung dan memiliki aritektur yang besar dan kokoh
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.436387
Garis Bujur
115.22479
Fungsi
Gedong arca di pura adalah bangunan suci (pelinggih) yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan arca (pratima) para dewa-dewi, leluhur yang telah disucikan, atau benda-benda sakral lainnya. Bangunan ini memiliki peran penting dalam tradisi Hindu Bali sebagai sarana pemujaan dan menjaga kesakralan benda-benda tersebut.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Gedong ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Gedong ini memiliki nilai sejarah sebagai simbol keberlanjutan warisan budaya dan keagamaan masyarakat. Melalui pelestarian fungsi dan maknanya yang dimana gedong ini memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan arca-arca yang melinggih dipura gelang agung ini serta makna untuk tetap menjaga warisan karya leluhur jaman dulu supaya tetap terjaga hingga sekarang , gedong ini menjadi bukti bahwa tradisi yang diwariskan oleh generasi terdahulu masih tetap dijaga hingga sekarang.
Nilai Budaya
Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika
Nilai estetika dari Pelinggih terletak pada kesatuan harmonis antara arsitektur suci tradisional dengan keindahan alam yang megah dan mistik
Nilai Ekonomi
Nilai ekonomi pelinggih adalah pendorong utama bagi ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada tradisi, memberdayakan tukang, pengrajin, dan pemasok bahan baku di komunitas lokal
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Panjang
315 cm m
Lebar
315 cm m
Tinggi
325 cm m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.436387
Garis Bujur
115.22479
Fungsi
Gedong arca di pura adalah bangunan suci (pelinggih) yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan arca (pratima) para dewa-dewi, leluhur yang telah disucikan, atau benda-benda sakral lainnya. Bangunan ini memiliki peran penting dalam tradisi Hindu Bali sebagai sarana pemujaan dan menjaga kesakralan benda-benda tersebut.
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Sejarah kepemilikan Gedong ini merupakan kepemilikan dari Desa Getasan Br. Buangga yang selalu menjaga dan memperbaiki serta merawat bangunannya sampai hari ini
Nilai Sejarah
Gedong ini memiliki nilai sejarah sebagai simbol keberlanjutan warisan budaya dan keagamaan masyarakat. Melalui pelestarian fungsi dan maknanya yang dimana gedong ini memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan arca-arca yang melinggih dipura gelang agung ini serta makna untuk tetap menjaga warisan karya leluhur jaman dulu supaya tetap terjaga hingga sekarang , gedong ini menjadi bukti bahwa tradisi yang diwariskan oleh generasi terdahulu masih tetap dijaga hingga sekarang.
Nilai Budaya
Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika
Nilai estetika dari Pelinggih terletak pada kesatuan harmonis antara arsitektur suci tradisional dengan keindahan alam yang megah dan mistik
Nilai Ekonomi
Nilai ekonomi pelinggih adalah pendorong utama bagi ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada tradisi, memberdayakan tukang, pengrajin, dan pemasok bahan baku di komunitas lokal