Gedong Sari adalah pelinggih suci di pura Bali yang berfungsi sebagai tempat berstananya (bersemayam) para dewa atau manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka, ijuk
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.436378
Garis Bujur
115.22472
Fungsi
Pelinggih ini sering digunakan untuk memuja dewa-dewa yang berkaitan dengan kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan, seperti Bhatara Sri Rambut Sedhana (mewakili Dewi Laksmi), dan Dewa Mahadewa. dan di dalam pura gelang agung biasa dipuja untuk nunas ica pedagangan
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Pelinggih ini mencerminkan penghormatan yang mendalam terhadap tradisi dan warisan budaya Hindu-Bali. Masyarakat Bali melestarikan dan merawat pelinggih ini sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka.
Nilai Sejarah
Gedong Sari ini memiliki nilai sejarah karena sejak dahulu difungsikan sebagai stana Ida Betara Sri Rambut Siwi dan di pura gelangagung sendiri para pedagang biasa tangkil kepura gelang agung akan selalu nunas ica untuk perdagangannya. Keberadaannya menunjukkan keberlanjutan tradisi pemujaan yang tetap dilaksanakan dan diwariskan oleh masyarakat pengempon pura hingga sekarang.
Nilai Budaya
Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika
Pelinggih ini sering kali dihias dengan ukiran-ukiran halus dan ornamen-ornamen yang rumit, yang menggambarkan adegan-adegan mitologis, motif alam, atau pola-pola geometris. Keindahan ukiran ini menambahkan sentuhan artistik yang kuat pada struktur pelinggih.
Nilai Ekonomi
Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Nama Pencipta
-
Negara Asal Pencipta
Indonesia
Gaya Pencipta
Gaya Arsitektur Bali
Tahun Pembuatan
-
Periode Pembuatan
-
Bahan Pembuatan
Batu Bata, Paras, Kayu Cempaka, ijuk
Teknik Pembuatan
Ukir
Ornamen
Ukiran, Pahatan Batu, Pahatan Kayu
Panjang
87 cm m
Lebar
90 cm m
Tinggi
225 cm m
Berat
- Kg
Volume
- m3
Kondisi Fisik
Baik
Tingkat Kerusakan
Tidak Ada Kerusakan
Provinsi
tidak ada data
Kabupaten
tidak ada data
Kecamatan
tidak ada data
Desa/Kelurahan
tidak ada data
Alamat
Garis Lintang
-8.436378
Garis Bujur
115.22472
Fungsi
Pelinggih ini sering digunakan untuk memuja dewa-dewa yang berkaitan dengan kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan, seperti Bhatara Sri Rambut Sedhana (mewakili Dewi Laksmi), dan Dewa Mahadewa. dan di dalam pura gelang agung biasa dipuja untuk nunas ica pedagangan
Pemilik
Desa
Sejarah Kepemilikan
Pelinggih ini mencerminkan penghormatan yang mendalam terhadap tradisi dan warisan budaya Hindu-Bali. Masyarakat Bali melestarikan dan merawat pelinggih ini sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka.
Nilai Sejarah
Gedong Sari ini memiliki nilai sejarah karena sejak dahulu difungsikan sebagai stana Ida Betara Sri Rambut Siwi dan di pura gelangagung sendiri para pedagang biasa tangkil kepura gelang agung akan selalu nunas ica untuk perdagangannya. Keberadaannya menunjukkan keberlanjutan tradisi pemujaan yang tetap dilaksanakan dan diwariskan oleh masyarakat pengempon pura hingga sekarang.
Nilai Budaya
Pelinggih adalah representasi fisik dari tempat bersemayamnya para dewa, leluhur, atau manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
Nilai Estetika
Pelinggih ini sering kali dihias dengan ukiran-ukiran halus dan ornamen-ornamen yang rumit, yang menggambarkan adegan-adegan mitologis, motif alam, atau pola-pola geometris. Keindahan ukiran ini menambahkan sentuhan artistik yang kuat pada struktur pelinggih.
Nilai Ekonomi
Pelestarian dan perawatan pelinggih ini juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk setempat, misalnya sebagai petugas pemeliharaan, pemandu wisata, atau pengelola kegiatan keagamaan di pelinggih tersebut. Hal ini dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.